Dugaan Mafia Solar Subsidi di Desa Piampo Kian Terkuak, Warga Tagih Ketegasan Aparat




WAJO – Dugaan praktik penampungan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Wajo kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya warga mengungkap adanya aktivitas pelangsiran solar subsidi, kini muncul informasi baru mengenai lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM bersubsidi di Desa Piampo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Jumat (12/6/2026).

Sejumlah warga yang ditemui, mengaku sering melihat aktivitas mencurigakan di lokasi yang disebut berada di belakang rumah seorang warga berinisial HWT. 

Tempat tersebut diduga dijadikan lokasi penampungan solar subsidi yang dikumpulkan dari berbagai kendaraan pelangsir sebelum didistribusikan kembali.


Menurut keterangan warga, sebuah mobil tangki berwarna biru dan mobil truk berwarna kuning beberapa kali terlihat keluar masuk ke area tersebut. Bahkan, lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM itu disebut berada di area yang sebelumnya digunakan sebagai kandang ayam.

"Di belakang rumah itu ditampung solar. Tempatnya biasa kandang ayam," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menyebut aktivitas tersebut bukanlah hal baru. Menurut mereka, kegiatan yang diduga berkaitan dengan penampungan solar subsidi itu sudah berlangsung cukup lama. Namun selama ini, hampir tidak ada warga yang berani berbicara secara terbuka.

Selain menimbulkan keresahan, aktivitas kendaraan yang keluar masuk lokasi hingga larut malam disebut sangat mengganggu waktu istirahat masyarakat sekitar.

"Sudah lama berlangsung, tapi warga tidak ada yang berani bicara. Mobil sering keluar masuk sampai tengah malam, jadi sangat mengganggu istirahat warga," ujar seorang warga.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan di sekitar lokasi yang mulai mengalami kerusakan. Mereka menduga kerusakan tersebut disebabkan oleh intensitas kendaraan bertonase besar yang kerap melintas setiap hari.

"Jalanan juga sudah mulai rusak karena sering dilalui kendaraan besar. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah dan aparat terkait," tambah warga lainnya.

Dugaan aktivitas tersebut semakin menjadi perhatian masyarakat setelah mobil tangki yang disebut-sebut sering masuk ke lokasi itu belakangan tidak lagi terlihat. Sejumlah warga mengaku sempat mempertanyakan keberadaan kendaraan tersebut.

Menurut keterangan warga, istri sopir mobil tangki sempat menyampaikan bahwa kendaraan tersebut untuk sementara tidak berada di lokasi.

"Mobilnya disembunyikan dulu," ujar seorang warga menirukan pernyataan yang disebut disampaikan oleh istri sopir mobil tangki.

Pernyataan tersebut semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri informasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan solar subsidi, termasuk memeriksa keberadaan kendaraan yang disebut-sebut kerap keluar masuk area tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini juga menyebut adanya dugaan keterkaitan aktivitas tersebut dengan seseorang berinisial AR yang menurut keterangan warga bertugas sebagai aparat di Makassar. 

Masyarakat mengaku sangat menyayangkan apabila dugaan aktivitas penampungan BBM subsidi tersebut tidak segera ditindaklanjuti. Bahkan, sebagian warga mulai mempertanyakan keseriusan penegakan hukum jika informasi yang telah beredar luas di tengah masyarakat tidak mendapat respons yang jelas.

"Kalau memang tidak ada pelanggaran, silakan dibuktikan melalui pemeriksaan. 

Tapi kalau benar ada penampungan solar subsidi, tentu harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai muncul anggapan di masyarakat bahwa ada pihak tertentu yang kebal hukum," ujar seorang warga.

Menurut warga, penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa membedakan latar belakang, jabatan, maupun profesi seseorang. Mereka berharap aparat kepolisian, Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang disebut-sebut berada di Desa Piampo tersebut.

Selain berpotensi merugikan keuangan negara, penyalahgunaan BBM subsidi juga dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi pemerintah, seperti nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada ketersediaan solar bersubsidi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas penampungan solar subsidi di Desa Piampo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Masyarakat berharap laporan dan informasi yang berkembang dapat segera ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang transparan, profesional, dan tidak tebang pilih. (AnthiJoey)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama