Sisa Bara Tungku Diduga Picu Kebakaran Dua Rumah di Pammana Wajo



WAJO — Dua unit rumah panggung/kayu beserta isinya terbakar di Desa Tonrong Tengga, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiel akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp150 juta.

Kebakaran diduga bermula dari sisa bara tungku kayu bakar yang digunakan HT (39), salah seorang pemilik rumah, untuk memasak nasi dan air.





Setelah selesai memasak, HT menyiram tungku menggunakan air. Ia kemudian naik ke rumah untuk makan. Namun, tanpa disadari, masih terdapat sisa bara pada kayu bakar.

Usai makan, Hatta duduk sambil merokok dan menerima telepon dari orang tuanya. Saat masuk ke dapur untuk mengambil air, ia melihat asap dan kobaran api dari bagian bawah rumah.

Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atas rumah. Kobaran api kemudian merambat ke rumah panggung yang berada di sampingnya.



HT berusaha meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian membantu melakukan pemadaman sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri atas dua unit armada penyemprot dan satu unit armada suplai dari Sengkang. Pemadaman juga dibantu masyarakat sekitar hingga api berhasil dikendalikan.

Kapolsek Pammana AKP Ami Swandi, bersama personel Polsek Pammana mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan kondisi di sekitar tempat kejadian.





HT diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sementara rumah yang berada di sampingnya merupakan milik keluarganya dan dalam kondisi kosong ketika kebakaran terjadi.

Dua rumah panggung beserta isinya mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sejumlah barang elektronik, seperti televisi, kulkas dan dinamo air, ikut terbakar. Selain itu, uang tunai sekitar Rp3 juta serta surat-surat berharga juga turut terdampak.

Polisi menyebut dugaan awal kebakaran berasal dari sisa api atau bara tungku kayu bakar yang belum sepenuhnya padam setelah disiram air.

Kapolsek Pammana AKP Ami Swandi mengingatkan warga agar tidak menganggap sepele sisa bara setelah aktivitas memasak.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menganggap sepele sisa bara setelah memasak. Pastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan tungku, karena bara yang masih menyala dapat kembali membesar dan memicu kebakaran,” ujar AKP Ami Swandi. (AJ)

Post a Comment

أحدث أقدم