Makassar— Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, memimpin langsung Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Selasa (6/1/2026).
Sebanyak 940 siswa Bintara Polri secara resmi dilantik dan dinyatakan siap mengikuti proses pendidikan pembentukan sebagai calon anggota Polri di SPN Polda Sulsel.
Upacara pembukaan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, para Pejabat Utama Polda Sulsel, jajaran pendidik dan pengasuh SPN, serta Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Upi Djuhandhani bersama pengurus Bhayangkari Daerah Sulsel.
Dalam amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, yang dibacakan oleh Kapolda Sulsel, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan ditetapkan sebagai siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I T.A. 2026.
Kalemdiklat Polri menegaskan bahwa rekrutmen Bintara Polri merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas. Hal ini menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, dinamis, serta meningkatnya kejahatan berintensitas tinggi.
Selama menjalani pendidikan, para siswa akan dibentuk dari aspek mental, kepribadian, dan karakter kebhayangkaraan yang berlandaskan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, serta menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ditekankan pula bahwa pendidikan pembentukan bukan semata-mata proses transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis kepolisian, melainkan proses pembentukan karakter insan Bhayangkara sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pejuang kemanusiaan.
Di akhir amanatnya, Kapolda Sulsel berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti pendidikan dengan disiplin tinggi, menjunjung integritas dan moralitas, serta mampu menyelesaikan pendidikan dengan selamat, lancar, dan berprestasi.
“Semoga kelak menjadi anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya,” harap Kapolda Sulsel.
Rangkaian upacara pembukaan ditutup dengan tradisi penyiraman air kembang kepada perwakilan pengasuh dan siswa Bintara T.A. 2026 yang dilakukan oleh Kapolda Sulsel, Wakapolda Sulsel, dan Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel sebagai simbol dimulainya proses pendidikan pembentukan. (*)



Posting Komentar