Kebakaran Hebat di Wajo, 2 Rumah Panggung dan Toko Sutera Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp 2 Miliar



WAJO — Suasana dini hari di Sempange, Desa Pakkanna (Kampung BNI), Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, mendadak berubah mencekam setelah kobaran api melahap permukiman warga, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Api yang berkobar cepat di tengah mayoritas warga yang sedang terlelap membuat kepanikan tak terhindarkan. 

Teriakan minta tolong memecah keheningan malam, sementara warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan membantu proses evakuasi.


Peristiwa ini menghanguskan dua unit rumah panggung dan satu unit toko kain sutera milik warga setempat, masing-masing milik HWN (40) dan HML (60).

Kronologis kejadian bermula saat NRD (28), menantu korban, terbangun karena merasakan hawa panas yang tidak biasa. Saat keluar untuk memastikan, ia mendapati api telah membesar di bagian belakang rumah.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung membangunkan mertuanya dan anggota keluarga lainnya agar segera keluar menyelamatkan diri.


Dalam hitungan menit, api semakin membesar dan menjalar ke bangunan lain, termasuk toko kain sutera serta rumah milik H Wawan yang berada berdekatan. Material rumah panggung berbahan kayu membuat api dengan cepat menguasai bangunan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memberikan pertolongan dengan alat seadanya, sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Sekitar pukul 02.25 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran dari posko induk tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.30 Wita setelah petugas berjibaku bersama warga.


Kapolsek Tanasitolo, AKP Wahyudi, bersama personel Polsek Tanasitolo dan anggota piket fungsi Polres Wajo turun langsung ke lokasi untuk membantu pemadaman sekaligus melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran dan PLN guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan, termasuk aliran listrik yang dapat memicu kebakaran susulan.

“Situasi saat ini aman dan kondusif, namun kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru,” ujar Kapolsek.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Rinciannya, dua unit rumah panggung beserta seluruh isinya diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar. 

Sementara satu unit toko kain sutera juga ludes terbakar dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 miliar. Dua unit sepeda motor milik korban, yakni Yamaha Mio M3 dan Honda Scoopy, turut hangus dengan nilai kerugian sekitar Rp 40 juta.

Pihak kepolisian menduga kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah TKP.

Sebagai langkah lanjutan, aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas akan meningkatkan kegiatan imbauan dan pembinaan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak standar.

Warga juga diimbau untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing serta memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi menimbulkan kebakaran, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (AnthiJoey)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama