WAJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan arang briket dari limbah tempurung kelapa di Kantor Desa Marannu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Kamis, 23/07/2026
Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN yang terdiri dari Setia Tamsu, Andi Aqifah Mutmainnah, Alisa Mutmainnah, Nur Rahmi, Yudhistira Ananda Tenripada, dan Afradhina Maharani ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu memperkenalkan peran ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menjelaskan bahwa berbagai aktivitas seperti memasak, mencuci, membakar kayu hingga mengolah limbah menjadi produk bermanfaat merupakan bagian dari penerapan ilmu kimia.
“Bapak dan Ibu, sebenarnya ilmu kimia sangat dekat dengan kehidupan kita. Saat memasak, mencuci, membakar kayu hingga mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, semuanya melibatkan proses kimia. Jadi, kimia bukan hanya dipelajari di laboratorium, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di sekitar kita,” ujar salah seorang mahasiswa saat menyampaikan materi.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa pembuatan arang briket dari tempurung kelapa merupakan salah satu penerapan ilmu kimia melalui proses karbonisasi yang mengubah tempurung kelapa menjadi arang berkualitas dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan arang briket secara langsung.
Peserta diperlihatkan setiap tahapan proses, mulai dari pembakaran tempurung kelapa menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan briket.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti setiap tahapan demonstrasi dan berdiskusi mengenai manfaat serta peluang pengembangan arang briket sebagai produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Pada sesi tanya jawab, salah seorang warga menanyakan kemungkinan penggunaan limbah selain tempurung kelapa sebagai bahan baku arang briket.
Menanggapi pertanyaan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa arang briket juga dapat dibuat dari berbagai limbah biomassa lainnya, seperti kulit buah kakao, serbuk gergaji, sekam padi, tongkol jagung, tempurung kemiri, dan limbah pertanian lainnya yang memiliki kandungan lignoselulosa sehingga berpotensi diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Kepala Desa Marannu, Ansyar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin kepada masyarakat desa.
“Program seperti ini sangat baik karena mampu mengubah limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Harapan kami, arang briket ini dapat dikembangkan menjadi salah satu potensi UMKM Desa Marannu sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadi produk unggulan desa,” ujarnya.
Menurutnya, Desa Marannu memiliki potensi sumber daya lokal yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Karena itu, inovasi yang dibawa mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya usaha-usaha produktif berbasis pemanfaatan limbah dan sumber daya lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat arang briket, tetapi juga semakin memahami bahwa ilmu kimia dapat diterapkan secara sederhana untuk mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang bernilai tambah, ramah lingkungan, serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Marannu.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang solutif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi dan pemanfaatan limbah. (AJ)




إرسال تعليق