WAJO — Gedung perpustakaan SDN 217 Lamata, Desa Lamata, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran diketahui setelah Kepala SDN 217 Lamata, Hj.HF , bersama salah seorang guru, HMW, melihat asap dan kobaran api dari bagian atap gedung perpustakaan.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah bersama warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil meminta bantuan.
Informasi kebakaran kemudian diterima Kapolsek Gilireng AKP Bahri.
Merespons cepat kejadian tersebut, Kapolsek langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk segera mengerahkan armada menuju lokasi.
“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, kami langsung berkoordinasi dan menghubungi Damkar agar segera menuju lokasi. Kami juga mengarahkan personel untuk mendatangi TKP dan membantu proses penanganan,” ujar AKP Bahri.
Tak lama berselang, dua unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi, masing-masing satu unit dari Maniangpajo dan satu unit dari Majauleng. Petugas Damkar bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman dan menyemprot sisa-sisa bara api untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Kapolsek Gilireng mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke bangunan sekolah lainnya maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada karena kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di ruang perpustakaan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman.
Akibat peristiwa tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta.
Kapolsek juga mengimbau pihak sekolah dan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik serta segera mengganti kabel atau perangkat listrik yang sudah tidak layak digunakan.
“Kami mengimbau agar instalasi listrik diperiksa secara berkala. Jika ada kabel atau peralatan listrik yang rusak, segera diperbaiki atau diganti untuk mencegah terjadinya korsleting,” tuturnya. (AJ)





إرسال تعليق