WAJO — Seorang petani, LE (58), ditemukan meninggal dunia di atas sebuah perahu yang hanyut di Sungai Walennae, tepatnya di belakang Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) 73, Dusun Tobaku, Desa Bentenglompoe, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026).
LK ditemukan dalam kondisi tertelungkup di atas perahu oleh dua warga yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari ikan.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, BR (38) dan HZ (51), yang merupakan petani sekaligus nelayan, melintas menggunakan perahu.
Keduanya melihat sebuah perahu lain hanyut mengikuti arus sungai dengan kondisi mesin tidak menyala. Merasa curiga, kedua saksi kemudian mendekati perahu tersebut untuk memastikan kondisi pengemudinya.
Setelah diperiksa, mereka mendapati LK dalam posisi tertelungkup di atas perahu. Saat itu, LK sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
BR dan HZ kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi jenazah dari atas perahu. Mereka juga menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan kabar tersebut.
Diduga Memiliki Riwayat Penyakit Jantung
Berdasarkan keterangan keluarga, LK diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Istri almarhum, DM, mengatakan suaminya meninggalkan rumah sekitar pukul 06.35 Wita untuk menuju kebun miliknya. LK rencananya melakukan penyemprotan menggunakan perahu.
Namun, beberapa jam kemudian, perahu yang digunakannya ditemukan hanyut di Sungai Walennae dalam kondisi mesin mati.
Kapolsek Sabbangparu AKP Reski mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan terkait adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di atas perahu.
"Personel telah mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan keterangan terkait kejadian tersebut," ujar AKP Reski.
Menurut Reski, berdasarkan informasi awal dari pihak keluarga, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan kondisi dan kronologi kejadian.
"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas menggunakan perahu di sungai agar tetap memperhatikan keselamatan, terlebih ketika beraktivitas seorang diri," katanya.
Setelah dievakuasi, jenazah LK dibawa ke rumah duka di Dusun Tobaku, Desa Bentenglompoe, Kecamatan Sabbangparu.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Waru Warue, Dusun Lampajo, Desa Pasaka, Kecamatan Sabbangparu, pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Polsek Sabbangparu juga telah melakukan langkah penanganan berupa mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan pengumpulan bahan keterangan, membuat laporan, serta mendokumentasikan kejadian. (AJ)



إرسال تعليق