Panen Raya di Tengah Kemarau, Bupati Wajo Apresiasi “Pejuang Pertanian” Belawa



WAJO — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Wajo tak mampu menghentikan aktivitas petani di Desa Sappa, Kecamatan Belawa. Di tengah ancaman El Nino dan keterbatasan air, hamparan sawah di Dusun Bola Mallimpong tetap menghasilkan panen.

Panen raya sekaligus pesta panen digelar di Dusun Bola Mallimpong, Desa Sappa, Rabu (16/9/2026). Momentum itu menjadi bentuk syukur petani sekaligus gambaran bahwa produktivitas pertanian masih dapat dipertahankan meski kondisi cuaca menjadi tantangan.



Bupati Wajo H. Andi Rosman hadir bersama Camat Belawa Arifuddin Arman, Kepala Dinas Pertanian, anggota DPRD Wajo H. Ibnu Hajar, Kapolsek Belawa dan Danramil 1406 Belawa.

Andi Rosman menyebut keberhasilan panen tersebut patut disyukuri. Dari ratusan hektare lahan pertanian di Desa Sappa, hasil panen masyarakat disebut berhasil meski musim kemarau berlangsung cukup panjang.

“Dari sekian ratus hektare, khususnya di Desa Sappa ini semuanya berhasil. Ini dasar proses syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Andi Rosman.



Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama. Penyuluh pertanian, petugas pengairan, pemerintah hingga petani memiliki peran masing-masing dalam menjaga sawah tetap produktif.

“Saya yakin dan percaya bahwa antara penyuluh pertanian, pihak pengairan, termasuk pemerintah, dengan kerja sama yang baik, walaupun dalam kondisi musim El Nino, tetap alhamdulillah kita mendapatkan hasil,” ujarnya.



Anggota DPRD Wajo H. Ibnu Hajar juga turut hadir dalam panen raya tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat Belawa yang selama ini menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian warga.

Ibnu Hajar menilai keberhasilan petani menghadapi musim kemarau tidak hanya bergantung pada kemampuan petani mengolah lahan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam persoalan pengairan dan sarana produksi pertanian.



Menurutnya, ketika petani mampu mempertahankan produksi di tengah kondisi cuaca yang sulit, maka dukungan terhadap sektor pertanian harus terus diperkuat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, petugas pertanian, pengairan, aparat keamanan, pemerintah desa serta masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di Belawa.



Rangkaian panen juga diisi dengan proses penimbangan hasil pertanian dan pembayaran kepada masyarakat. Bagi petani, hasil tersebut menjadi penantian setelah melewati musim tanam dengan berbagai tantangan.

Bupati Andi Rosman memberikan apresiasi kepada para petani yang disebutnya sebagai pejuang pertanian. Ia juga mengapresiasi jajaran Polsek, Danramil, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan serta pihak lain yang ikut membantu masyarakat.

“Terima kasih kepada pihak Polsek, Danramil, pemerintah kecamatan dan pemerintah seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Belawa, termasuk pihak yang telah membantu masyarakat kami,” katanya.

Panen raya di Dusun Bola Mallimpong menjadi momentum penting bagi masyarakat Sappa. Di tengah ancaman kemarau panjang, petani membuktikan bahwa lahan tetap bisa menghasilkan ketika dukungan, kerja keras dan kolaborasi berjalan bersama.

Pemerintah Kabupaten Wajo berharap sinergi tersebut dapat terus dipertahankan agar produktivitas pertanian Belawa tetap terjaga dan petani tidak berjalan sendiri menghadapi ancaman musim kemarau pada periode berikutnya. (Tim)

Post a Comment

أحدث أقدم