Diduga Jual LPG 3 Kg di Atas HET, Pangkalan di Cinnong Tabi Disorot Warga




WAJO — Warga di sekitar Cinnong Tabi, Kecamatan setempat, Kabupaten Wajo, menyoroti dugaan penjualan gas elpiji subsidi 3 kilogram di salah satu pangkalan dengan harga di atas ketentuan pemerintah.

Pangkalan elpiji bernama Nureni diduga menjual LPG 3 Kg dengan harga berkisar antara Rp25.000 hingga Rp28.000 per tabung. Padahal, berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi pangkalan, Harga Eceran Tertinggi (HET) tercantum sebesar Rp18.500, sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 11 Tahun 2021.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan harga tersebut. Menurutnya, jika benar dijual hingga Rp28 ribu, hal itu sangat memberatkan masyarakat kecil.

“Kalau memang benar dijual sampai Rp28 ribu, tentu ini memberatkan masyarakat. Seharusnya pangkalan mematuhi harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” ujarnya, Sabtu, 24 Januari 2026

Warga menyayangkan dugaan praktik tersebut, mengingat LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu serta pelaku usaha mikro. Mereka berharap adanya pengawasan lebih ketat dari pihak terkait agar distribusi gas subsidi tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penjualan di atas HET tersebut. Wajoakurat.com juga telah berupaya menghubungi pihak agen penyalur LPG ke pangkalan melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi, namun belum mendapat respons.

Warga pun mendorong instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat pengawas, agar segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Jika terbukti melanggar ketentuan, pangkalan elpiji dapat dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin, sesuai peraturan yang berlaku. (AnthiJoey)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Advertorial