WAJO – Kebakaran hebat menghanguskan enam rumah panggung milik warga di permukiman padat penduduk samping Pasar Sempange, Dusun Tanete, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (4/1/2026) siang. Peristiwa ini membuat sejumlah keluarga seketika kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 11.58 WITA. Dalam hitungan menit, si jago merah membesar dan menjalar cepat ke rumah-rumah di sekitarnya akibat tiupan angin kencang serta material bangunan yang mayoritas berbahan kayu. Kepanikan tak terelakkan. Warga berlarian menyelamatkan diri, sementara jeritan dan tangis pecah menyaksikan rumah mereka dilalap api.
Sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Wajo dikerahkan ke lokasi kejadian, dibantu armada sektor Maniangpajo dan Majauleng. Petugas tiba sekitar pukul 12.04 WITA dan berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar pasar yang saat itu masih ramai aktivitas.
Setelah hampir dua setengah jam upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan petugas kembali ke posko sekitar pukul 14.30 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Enam rumah warga dilaporkan terdampak, lima di antaranya hangus total dan satu rumah terbakar sebagian. Selain itu, dua unit sepeda motor milik warga ikut ludes terbakar.
Adapun pemilik rumah yang terdampak masing-masing adalah Muh. Saleng, Jumardi, Heriyanti, Hasnawati, Hj. Nur Selo (seluruhnya habis), serta Sunarti (terbakar sebagian).
Salah seorang korban, Radiah, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan musibah yang menimpanya.
“Semua habis, rumah dan dua motor ikut terbakar. Api berasal dari salah satu rumah warga. Kami bingung mau tinggal di mana karena rumah keluarga juga ikut terbakar,” ujarnya dengan suara bergetar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara, api berasal dari dapur salah satu rumah sebelum kemudian menjalar ke bangunan lain.
Akibat kejadian ini, para korban terpaksa mengungsi dan sangat membutuhkan uluran tangan. Bantuan mendesak berupa makanan, pakaian, perlengkapan tidur, serta tempat tinggal sementara diharapkan segera datang, baik dari pemerintah daerah maupun para dermawan, agar para korban bisa bertahan di tengah kondisi darurat pascakebakaran. (AnthiJoey)



Posting Komentar