WAJO — Satu unit rumah panggung berbahan kayu beserta seluruh isinya terbakar di Dusun Bocco-Bocco, Desa Wecudai, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Rumah tersebut merupakan milik MA (70), seorang petani yang berdomisili di Dusun Bocco-Bocco, Desa Wecudai.
Peristiwa bermula saat MA sedang berada di kolong rumah dan duduk bersama keluarganya. Tiba-tiba, ia melihat asap dan kobaran api dari bagian belakang rumah, tepatnya di bagian bawah bangunan.
MA kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya yang berada di dalam rumah. Ia selanjutnya berlari keluar untuk meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang datang kemudian berusaha membantu memadamkan api. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atas rumah yang sebagian besar berbahan kayu.
Warga selanjutnya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sebanyak dua unit armada dari Sengkang dikerahkan ke lokasi, terdiri atas satu unit armada penyemprot dan satu unit armada suplai air.
Petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman hingga penyemprotan terhadap sisa-sisa api yang masih membakar bagian rumah.
Personel Polsek Pammana juga mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi serta mengumpulkan informasi terkait penyebab kebakaran.
Kapolsek Pammana AKP Ami Suandi, mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.
"Untuk penyebab kebakaran, berdasarkan informasi awal diduga akibat korsleting listrik atau hubungan arus pendek. Salah satu dugaan sumber api berasal dari dinamo air yang colokannya masih dalam kondisi terpasang," ujar Ami Suandi.
Menurut dia, kobaran api dengan cepat membesar karena rumah yang terbakar merupakan bangunan panggung berbahan kayu. Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar ke bagian lain rumah.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah. Jangan membiarkan peralatan listrik tetap terhubung apabila sedang tidak digunakan," katanya.
Ami Suandi juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pemasangan atau perbaikan instalasi listrik secara sembarangan.
"Apabila menemukan kabel atau sambungan listrik yang sudah rusak, sebaiknya segera diperbaiki oleh tenaga yang berkompeten. Langkah pencegahan seperti ini penting untuk menghindari terjadinya kebakaran," ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka.
Namun, kerugian materiel ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta. Selain bangunan rumah, sejumlah barang berharga ikut terbakar.
Barang yang dilaporkan ikut terbakar antara lain satu unit sepeda motor matik Yamaha Mio G, uang tunai sekitar Rp 12 juta, barang elektronik berupa televisi, kulkas dan dinamo air, sejumlah surat berharga, emas sekitar 15 gram, serta 20 karung gabah.
Polsek Pammana selanjutnya berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Wajo untuk mendukung proses pemeriksaan dan pengumpulan informasi terkait peristiwa tersebut.
"Kami juga sudah melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi, termasuk mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, mengumpulkan informasi terkait kejadian, serta berkoordinasi dengan Inafis Polres Wajo," kata Ami Suandi.
Ia memastikan situasi pascakebakaran dalam keadaan aman dan kondusif.
Hingga proses penanganan selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. (AJ)






Posting Komentar