WAJO — Kebakaran melanda lahan perkebunan milik warga di Desa Watanrumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Lahan perkebunan seluas kurang lebih satu hektare milik BA (60), seorang petani, terbakar setelah api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah warga di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut diketahui ketika BA sedang berada di rumah bersama keluarganya. Ia tiba-tiba mendapat informasi bahwa kebunnya terbakar.
Mendapat kabar tersebut, BA kemudian meminta keluarganya menghubungi pihak pemadam kebakaran. Ia selanjutnya bergegas menuju lokasi bersama sejumlah warga untuk berupaya memadamkan api.
Namun, kobaran api saat itu sudah membesar dan merembet ke area perkebunan. Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dengan mengerahkan satu unit armada pemadam dari Damkar Majauleng.
Petugas bersama masyarakat melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Sejumlah titik yang masih mengeluarkan bara turut disemprot untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Personel Reskrim Polsek Majauleng juga mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Majauleng Andi Zeinal mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, khususnya di sekitar lahan perkebunan, semak belukar maupun area yang mudah terbakar.
Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merembet apabila tidak diawasi, terlebih jika berada dekat dengan lahan yang memiliki banyak material kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Kalau memang terpaksa melakukan pembakaran, harus diawasi dan dipastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan sampai api kecil justru merembet dan menyebabkan kebakaran yang lebih luas,” tegas Andi Zeinal.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala maupun memiliki bara.
Warga diminta memastikan area sekitar aman sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
“Jangan menganggap api sudah aman hanya karena kobarannya terlihat kecil. Bara yang tertinggal bisa kembali menyala dan tertiup angin hingga menjalar ke lahan lain. Kami meminta masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran, bukan hanya bertindak setelah api sudah membesar,” ujarnya.
Andi Zeinal juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.
Sementara penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan awal, yakni api dari pembakaran sampah warga yang kemudian merembet ke lahan perkebunan.
Pengingat penting bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api di area terbuka dan tidak melakukan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan. (AJ)




Posting Komentar