WAJO – Kabar duka menyelimuti warga Desa Simpursia, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Seorang pria lanjut usia bernama Raufe (90) yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Korban yang diketahui bernama lengkap Raufe Bin Tongko ditemukan di wilayah Desa Lempa, tepatnya di pinggir rawa-rawa dalam posisi tengkurap. Penemuan tersebut sontak membuat warga sekitar yang turut melakukan pencarian merasa terpukul.
Sebelumnya, korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Rabu (23/4/2026) sekitar pukul 10.00 Wita tanpa sepengetahuan keluarga. Pihak keluarga yang khawatir kemudian berinisiatif melakukan pencarian, dibantu warga setempat hingga tim SAR gabungan dari Kabupaten Wajo.
Selama dua hari, proses pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi yang biasa dilalui korban, termasuk area kebun, persawahan, hingga wilayah rawa di Desa Simpursia dan Desa Lempa. Medan yang cukup sulit serta kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
“Korban memang sering keluar rumah sendiri karena sudah pikun. Keluarga juga sudah berusaha mencari sejak hari pertama hilang,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian.
Penemuan korban berawal saat warga yang menyisir area rawa mencurigai adanya tubuh yang tergeletak di pinggir rawa.
Setelah didekati, ternyata benar itu adalah korban yang selama ini dicari. Warga kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak keluarga dan aparat setempat.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi secara hati-hati oleh warga bersama tim SAR, lalu dibawa ke rumah duka di wilayah Calodo, Desa Simpursia. Suasana haru menyelimuti proses evakuasi, terutama saat keluarga korban memastikan identitas korban.
Diketahui, korban memiliki riwayat sakit-sakitan dan kondisi pikun yang membuatnya sering keluar rumah tanpa arah. Hal tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban tersesat hingga ke lokasi rawa.
Pihak Puskesmas Pammana yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas dr. Aan Andrian Saputra bersama tenaga medis segera melakukan pemeriksaan guna kepentingan visum et repertum. Sementara itu, aparat dari Polsek Pammana yang dipimpin AKP Ami Suandi bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Wajo turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat faktor usia, kondisi kesehatan yang menurun, serta kelelahan setelah tersesat selama dua hari.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak keberatan atas hasil pemeriksaan, serta menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, khususnya yang memiliki gangguan ingatan atau penyakit tertentu, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (AnthiJoey)



Posting Komentar